Bunga simpanan bisa rontok lagi. Hari ini, Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) kembali menggelar rapat penentuan bunga yang wajar untuk simpanan.
Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani tak berani memastikan rapat bakal berujung ke pemangkasan bunga penjaminan simpanan. "Apakah bunga penjaminan akan turun atau tetap, tunggu saja. Yang menentukan bunga itu ada enam orang, bukan saya sendiri," katanya.
Namun, biasanya rapat LPS yang berlangsung di luar jadwal reguler akan menghasilkan pemangkasan bunga penjaminan. Sekadar mengingatkan, dalam aturan LPS, rapat penentuan bunga penjaminan digelar setiap empat bulan sekali. Dan, rapat terakhir LPS berlangsung April lalu.
Firdaus mengakui respons perbankan untuk menurunkan bunga kredit masih sangat lambat. Namun, dia berharap perbankan mulai merespons penurunan bunga penjaminan. "Kondisi likuiditas perbankan saat ini sudah bagus," ujar Direktur Eksekutif LPS Firdaus Djaelani, Senin (11/5).
Analis perbankan dari Mandiri Sekuritas Mirza Adityaswara mengakui, likuiditas memang sudah longgar. Mirza juga memprediksi, LPS bakal menurunkan bunga penjaminan di bulan ini. "Seharusnya segera turun lagi," kata Mirza.
Jika bunga penjaminan turun, otomatis bunga simpanan merosot. Namun, kendati biaya dana turun, bank tak bisa seketika menyesuaikan bunga kredit. "Masih ada risiko penyaluran kredit yang terus meningkat. Ini terlihat dari terus melonjaknya angka non-performing loan (NPL) perbankan," tambah dia.
Bank Indonesia (BI) mencatat rasio NPL terus naik di kuartal pertama. NPL yang masih sebesar 3,59 persen di akhir Januari, telah naik mencapai 3,93 persen di akhir Maret. BI juga mencatat per akhir Maret 2009, ada 22 bank yang memiliki NPL lebih dari 5 persen.
Namun, Mirza yakin bank akan menurunkan bunga kredit secara bertahap. "Penghasilan bank dari kredit. Kalau tidak, dari mana bank bisa membayar gaji," katanya
12 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar